KJRI Kinabalu Rangkul 500 Siswa Lestarikan Budaya

FOKUSMANADO.COM / saat Festival permainan tradisional anak Indonesia 2012 di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu  

FOKUSMANADO.COM, KINABALU – Lebih dari 500 siswa dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan 25 Community Learning Center (CLC) dari wilayah Pantai Barat dan Pedalaman Sabah, ikuti festival permainan tradisional anak Indonesia 2012 di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu.

Kegiatan hasil kolaborasi KJRI dengan Komunitas HONG Bandung dan Provisi Education Jakarta itu, menurut Konsul Jenderal Soepeno Sahid bertujuan mempromosikan dan melestarikan warisan budaya dan tradisi leluhur kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Sebagian besar dari anak-anak Indonesia ini dilahirkan dan dibesarkan di Negeri Sabah,” tutur Soepeno.

Lanjutnya, tidak mengherankan, jika selama ini mereka kurang mengenal mainan dan permainan tradisional Indonesia, apalagi memainkannya. Malah sebaliknya mereka lebih suka main game modern, seperti Atari, Game Boy, Nintendo, Angry Bird dan aneka produk aplikasi mainan modern lainnya. Arus globalisasi dan modernisasi menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai, budaya dan gaya hidup. Kini anak-anak lebih menyukai mainan modern yang cenderung individualistik ketimbang mainan tradisional yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan, seperti kedisiplinan, kegigihan, kesetiakawanan, sportivitas dan utamanya mendekatkan diri kepada alam sekitar.

“Festival mainan dan permainan tradisional anak ini merupakan kali pertama diselenggarakan Perwakilan RI wilayah Sabah di Kota Kinabalu. Selama dua hari ini ditampilkan sepuluh jenis permainan tradisional,” kata Soepeno di halaman depan Kantor KJRI Kota Kinabalu usai membuka festival akhir pekan lalu.

Sepuluh jenis permainan yang digelar tersebut yakni Sorodot Gaplok, Gasing, Gatrik, Bedil Jepret, Papancakan, Kelom Batok, Bedil Karet, Momonyetan, Babalonan Sarung dan Babalonan Samping.

Pembukaan festival ditandai dengan membunyikan mainan baling-baling kertas yang diikuti secara serentak oleh anak-anak dan orang tua murid.

Bagaimana tanggapan anak-anak?

Hassanal, murid SD Sipitang mengungkapkan kegembiraannya mengikuti acara ini.  “Permainannya seru,” akunya seraya memilih Bedil Jepret sebagai permainan favoritnya.

“Kalau saya suka main gasing,”  celoteh Syahril murid klas 3 SD CLC Bingkor, Keningau.  Syahril mengatakan dulu pernah diajarin Pak Yamin, gurunya saat sekolah di Nunukan, Indonesia.

Tidak ketinggalan pula para orang tua murid yang mendampingi anak-anaknya ikut bersuara. Umumnya mereka senang karena permainan itu mengingatkan kenangan masa lalu ketika bermain di kampong halaman, Indonesia.

“Senang bisa melihat Noventus [anaknya] bermain dengan riang gembira dan dapat mengenal budaya tradisional Indonesia”, kata Anton, pekerja bengkel yang sudah lebih dari 28 tahun bermukim di Sabah.

Dia berharap acara ini dapat diteruskan lagi di masa mendatang dengan menampilkan berbagai jenis mainan dan permainan nusantara.

Senada dengan Anton, Kathryn Rifai Pengurus Provisi Education Jakarta menyatakan kegembiraannya atas penyelenggaraan kegiatan festival ini.

“Senang anak-anak dapat bertemu dengan anak-anak dari CLC lain, mereka merasakan kebersamaan, dan saling mengenal”, ujar pria yang saat ini sedang mengelola CLC Java Incorporation Keningau.

Lain lagi, Mohammad Zaini merasa rasa letih menemani anak-anak bermain, lunas terbayar. “Rasa capek dan letih, seakan terbayar dengan melihat keceriaan anak-anak selama 2 hari ini,” katanya.

Ia berharap ke depannya dapat kembali lagi ke sini dengan membawa aneka macam jenis permainan tradisional lainnya untuk diajarkan kepada anak-anak Indonesia di Sabah.(Red)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s