Akademisi UI Akui Pengabdian Benny Mamoto

FOKUSMANADO.COM / Irjen Pol DR Benny Joshua Mamoto, Msi, Kepala Deputi Pemberantasan Narkoba di BNN  

FOKUSMANADO.COM, MINSEL – Pemberian diri dan pengabdian yang lakoni Irjen Pol DR Benny Josua Mamoto (BJM) dalam upaya melestarikan adat dan budaya, mendapat pengakuan dari kalangan akademisi Universitas Indonesia (UI).

Itu dibuktikan lewat penyerahan sertifikat penghargaan kepada pimpinan Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara (YISBSU) itu oleh Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIPB) UI Prof DR Bambang Wibawarta,MA.

Sertifikat penghargaan untuk Pengabdian, Pelestarian dan Pengembangan Budaya tersebut, diserahkan langsung kepada BJM di ruang pertemuan Pa’Dior YIBSU Tompaso, Minggu (09/12/12) saing.

Momentum yang dipaketkan dengan peluncuran Kamus Bahasa Tonsawang/Toundanow inipun ikut disaksikan 17 akademisi UI serta para tokoh budaya Minahasa.

Menurut Prof DR Bambang Wibawarta,MA, figure BJM sangat luar biasa. Sebab, disela-sela tugas utamanya sebagai anggota kepolisian RI yang selalu disibukkan dengan upaya pemberantasan narkoba, masih menyempatkan diri mengabdi untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Minahasa.

“Ini sangat luar biasa dan merupakan sebuah contoh keteladanan yang bukan saja hanya melestarikan tetapi juga memberdayakan kebudayaan. Sebab, kebudayaan merupakan alat diplomasi keluar daerah agar bisa lebih dikenal luas. Dan saya sangat salut atas pemberian diri pak Jenderal, yang bukan hanya mengurusi para penjahat dan narkoba tetapi juga membuktikan kepeduliannya terhadap pengembangan kebudayaan,” tutur Wibawarta.

Dikatakannya, pengembangan kebudayaan sangat erat hubunganya dengan beragam bidang kehidupan masyarakat, terlebih dengan sektor ketahanan nasional. Menurutnya Indonesia memiliki potensi keragaman budaya yang sangat luar biasa, atau memiliki sekitar 1.198 suku bangsa.

“Keragaman itupun diakui berpotensi terjadinya benturan-benturan diantara satu suku bangsa dengan suku bangsa yang lain. Untuk itu, dengan adanya pendekatan pengembangan budaya sebagai alat diplomasi, sehingga daerah lain akan mengenal budaya daerah lain. Dengan begitu, akan terjadi dialog budaya yang secara otomatis akan terhindar dari benturan-benturan, karena masing-masing daerah akan saling menjaga budaya masing-masing, sehingga akan terbangun stabilitas nasional,” jelas Wibawarta.

Sementara itu Irjen Pol DR Benny Josua Mamoto menyebutkan, upaya pemberdayaan dan pengembangan budaya pada dasarnya untuk menghindari kepunahan atas kebudayaan daerah itu sendiri.

“Para leluhur umumnya hanya mewariskan budaya dengan menanamkannya dalam pikiran generasi dibawahnya dan tidak dalam bentuk dokumen, sehingga sangat sulit untuk melihat rekam jejak dari warisan budaya itu sendiri. Karenanya, dengan segala keterbatasan berbagai cara ditempuh dapat mengembangkan warisan budaya yang salah satunya dicoba lewat menghadirkan dokumen-dokumen untuk generasi mendatang, seperti kamus bahasa daerah dan lainnya,” tutur Mamoto seraya menghaturkan terimakasihnya kepada akademisi UI atas penghargaan yang diterimanya.(Red)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s