Topan Bopha Banyak Makan Korban

FOKUSMANADO.COM / Korban Topan Bopha di Filipina  

FOKUSMANADO.COM, MANILA – Kejadian Topan Bopha Telah Menyebabkan Putuhan Ribu Warga Filipina Selatan Kehilangan Tempat Tinggi

Manila: JUMLAH korban topan Bopha di Filipina terus bertambah. Kini mencapai angka 620 korbar tewas. Namun diperkirakan jumlah itu akan terus melonjak, seiring masih sekitar 800 orang yang dinyatakan hilang.

Sementara petugas evakuasi melaporkan, timnya masih kehilangan kontak dengan 300 nelayan yang sedang melaut saat gelombang besar menghantam wilayah itu pekan lalu. Demikian ditegaskan Kepala Pertahanan Sipil Filipina Benito Ramos.

Hingga harin ini, regu penyelamat meneruskan upaya pencarian di pulau Mindanao yang hancur akibat topan Selasa (04/12/12) lalu. Topan ganas ini diperkirakan masih akan kembali, di sebagian wilayah Filipina. Untuk itu, warga diserukan agar waspada.

Untuk mengantisipasi banyak korban jatuh terhadap topan susulan, aparat terus disiagakan wilayah sekitar pulau Luzon. Daerah ini diperkirakan akan dilalui topan ganas tersebut.

Presiden Benigno Aquino menyatakan, negara punya wewenang mengontrol harga bahan makanan pokok dan pemerintah daerah punya hak menggunakan dana bantuan bencana. Jepang, AS, Australia dan Kanada telah menjanjikan pemberian bantuan.

Dua pulau paling timur di Mindanao, Lembah Compostela dan Davao Oriental, adalah dua lokasi yang paling parah dihajar topan Bopha.
Di New Bataan, di Lembah Compostela, sejumlah bangunan termasuk tempat mengungsi darurat terbawa air atau terkubur banjir dan longsor.

Lebih dari 300.000 orang dipaksa mengungsi akibat bencana hebat tersebut. Makanan dan air bersih langka dan dilaporkan mulai terjadi kasus penjarahan di beberapa daerah. Sejumlah korban berbaris di pinggir-pinggir jalan di Lembah Compostela sambil membawa tulisan meminta bahan makanan.

 “Kasihanilah kami, mohon bantuannya,” kata sebuah papan yang dibawa salah satu korban anak-anak.

Taksiran dari tim PBB menyebut, kehancuran total 100 persen, saat tiba di Mindanao, kata juru bicara Imogen Wall. Dia mengatakan, warga sipil di lokasi “sangat memerlukan bantuan” untuk waktu yang lama.

“Ini adalah wilayah yang sangat miskin dimana semuanya sangat bergantung pada sektor pertanian. Kalau warga tak bisa mendapat penghasilan dari hasil kebunnya maka tak ada makanan yang bisa dimakan untuk sekeluarga,” kata Wall pada kantor berita AFP.

Catatan Dewan manajemen dan Pengurangan Risisko Bencana Nasional menyebut pada hari Minggu (9/12) jumlah korban mencapai 620 jiwa, hampir 1.500 orang luka dan masih 817 lagi dinyatakan hilang.(IRN/FM)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s