Teguh: Presiden Evaluasi Menteri Bandel

FOKUSMANADO.COM / Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Teguh Juwarno  

FOKUSMANADO.COM, JAKARTA – Partai Amanat Nasional meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berani menegur menterinya yang bertindak di luar tugas pokok. Partai yang dipimpin Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini juga mendesak presiden tegas terhadap menteri yang sering membuat kegaduhan politik.

“Dinamika kabinet seharusnya jangan sampai mencuat ke luar,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Teguh Juwarno di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (11/12/12).

Menurut Teguh, dinamika yang dibaca publik ini menunjukkan kabinet Yudhoyono tidak rukun.

Teguh tak menjelaskan kegaduhan yang dimaksud. Dalam rapat gabungan di Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat kemarin, Menteri Keuangan Agus Martowardodjo, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam sempat memberi penjelasan berbeda mengenai pemblokiran anggaran Kementerian Pertahanan.

Dipo berdalih tidak pernah meminta pemblokiran pemanfaatan dana optimalisasi Rp 678 miliar. Sedangkan Agus Marto menyatakan, belum akan membuka blokir anggaran sampai telaah sejumlah berkas dan dokumen diselesaikan.

Sedangkan Menteri Pertahanan Purnomo Yugiantoro mengaku sudah mengirimkan penjelasan kepada Dipo Alam pada 26 Juli 2012 mengenai permintaan klarifikasi ihwal pengadaan alat utama sistem persenjataan di Kementerian Pertahanan.

Teguh mengaku prihatin melihat Sekretaris Kabinet Dipo Alam melaporkan koleganya ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Apalagi, mengutip pernyataan Dipo Alam, bahwa Presiden Yudhoyono menyampaikan keprihatinan mengenai kongkalikong sebanyak 15 kali.

Dia bimbang apakah masih-masing kementerian mampu menyelesaikan tugas dan fungsinya. “Apa yang terjadi kemarin menunjukkan ketidakharmonisan,” kata Teguh.  Kondisi ini memperlihatkan dua hal. Pertama, ada menteri yang membandel dan melenceng dari tugas pokok. Kedua, kepemimpinan Presiden tidak efektif. Dia meminta Presiden menegur menteri yang bandel. Bahkan kalau perlu berani mencopot menteri yang hanya membuat gaduh. “Masih ada waktu dua tahun, kok,” kata dia.

Dia juga mengkritik daya serap anggaran pemerintah yang hanya berkisar 70 persen. Hal ini juga berkait dengan pernyataan Agus Marto yang ragu meski blokir dicabut pengadaan tidak bisa dilakukan karena waktunya terlalu mepet.

Selain menunjukkan perencanaan yang lemah, hal tersebut menunjukkan bahwa kementerian gagal membuat program yang seharusnya bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat. “Reward dan punishment tidak berjalan,”tadas Teguh.(TEMPO.CO/fm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s