Pembantaian 26 Orang, Diperkirakan Ikuti Film

Ist/Ilustrasi foto Pembantaian

FOKUSMANADO.COM, LOS ANGELES – Pembantaian 26 orang, sebagian besar anak kecil, di sebuah sekolah di AS menghidupkan kembali debat sengit mengenai dampak kekerasan videogame kepada pembentukan pikiran dari orang bersenjata di balik tragedi penembakan.

Para pakar terpecah atas apakah permainan-permainan seperti “Assasin’s Creed, “Thrill Kill” atau “Manhunt Executions” merupakan penyebab utama perilaku kekerasan di kehidupan nyata atau khayalan tidak berbahaya untuk pria muda menyalurkan gejolak muda.

Beberapa politisi telah menyoroti peranan kekerasan di televisi, film dan videogame, termasuk gubernur Colorado John Hickenlooper, setelah 12 orang terbunuh dalam pembantaian di bioskop dekat Denver pada Juli.

“Terdapat kemungkinan adanya beberapa kaitan langsung antara orang yang memiliki sedikit gangguan mental dan mereka yang sudah sangat terganggu.Mereka menyalurkan diri mereka, mereka menjadi salah satu bagian dari tokoh videogame tersebut,” ujarnya kepada CNN.

Senator Jay Rockfeller menyerukan pembantaian terakhir di Newton sebagai “panggilan” untuk tindakan federal. “Meski kami tidak mengetahui apakah hal-hal tersebut berdampak pada pembunuh di Newtown, isu kekerasan itu serius dan harus diatasi.”

Adam Lanza, pria berusia 20 tahun yang membunuh dirinya sendiri setelah membantai 26 orang, termasuk 20 anak-anak, di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut, dilaporkan sebagai penggemar videogame kekerasan, termasuk “Dynasty Warrior.”(AFP/FM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s