DPR Soroti Meningkatnya Kasus KDRT Di Riau

FOKUSMANADO.COM / Komisi VIII DPR RI 

FOKUSMANADO.COM, RIAU – Komisi VIII DPR RI menyoroti meningkatnya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Provinsi Riau. Dalam laporan masyarakat kepada lembaga Pelayanan dan Penanganan Kekerasan Pada Perempuan Dan Anak pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Provinsi Riau, jumlah kasus ini mengalami peningkatan.

Kasus KDRT ini menjadi sorotan tim kunjungan kerja Komisi VIII DPR saat bertatap muka dengan Gubernur Riau dan jajarannya di Kantor Gubernur, Senin (17//12/12) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Anggota Komisi VIII Soemintarsih Moetoro menjelaskan, Komisi VIII sedang menyusun RUU Kesetaraan Gender yang merupakan amanat UUD 1945.

RUU ini, katanya, akan mengatur fungsi pengarusutamaan perempuan dalam potensi membangun negeri, agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memiliki satu persepsi yang sama.

Selain itu, juga mengatur tanggung jawab masyarakat untuk bisa menjadikan gerakan yang berpola pengarusutamaan gender, demikian pula bagi anak yang harus dipersiapkan sebagai generasi bangsa,” jelas anggota dewan yang akrab disapa BuMin ini.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Riau Rusli Zainal mengutarakan keresahan masyarakat mengenai kejahatan penipuan kandungan bahan makanan seperti baksodaging sapi yang bercampur daging babi yang akhir-akhir ini marak terjadi.

“Selain meresahkan masyarakat yang mayoritas muslim, pentingnya  label halal sekaligus sebagai promosi untuk peningkatan pariwisata Riau,  khususnya untuk turisTimur Tengah yang akan berdatangan di acara pekan olahraga negara-negara Islam,Islamic Solidarity Game mendatang,” kata Rusli.

Rusli berharap, DPR bertindak tegas terhadap penipuan makanan non halal ini yang semakin meresahkan masyarakat.  Di negara tetangga Malaysia, katanya, sanksi tegas diberikan kepada pelaku dengan hukuman enam sampai tujuh tahun untuk penipuan produk makanan semacam ini.” ujarnya lagi.

Menanggapai hal tersebut, Soemintarsih menerangkan bahwa DPR sedang membahas  RUU tentang Jaminan Produk Halal. Menurutnya, RUU ini  telah dibahas hampir dua periode masa sidang.

“Masalah penanganan jaminan produk halal ini saat ini hanya institusi yang sifatnyavoluntary, maka tidak akan tercapai suatu acuan tuntutan adanya reward danpunishment,” ungkapnya.

Senada dengan Soemintarsih, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Jazuli Juwaini menjelaskan, adanya UU ini nantinya  menjadi kekuatan hukum, yang dapat menindak tegas bagi pelaku yang melanggar.

Jazuli menambahkan, perlu ditanamkan tanggung jawab moral kepada para pedagangdan pengusaha makanan. “Mengenai tanggung jawab moral. ini penting dimiliki setia porang. Pedagang masih bisa nakal dengan memberikan sampel yang bagus, benar,tapi begitu mereda dia akan kembali curang. Dan ini semua harus ada dalam payunghukumnya,” ujar Jazuli.

Dalam kesempatan ini Jazuli juga menyerahkan dana siap pakai untuk dana darurat banjir dan tanah longsor Provinsi Riau sebesar Rp 200 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat kepada Gubernur Riau.(Red)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s