2012, Pemko Manado Bisa Dikatakan Penuh Keberhasilan?

FOKUSMANADO.COM / Wali Kota Manado, Dr. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA bersama Wakil Wali Kota Manado, DR. (C) Harley Alfredo Benfica Mangindaan, SE, MSM 

FOKUSMANADONEWS.BLOGSPOT.COM, MANADO – Pemerintah Kota (Pemko) Manado di Tahun 2012 bisa dikatakan penuh dengan keberhasilan, karena banyak melakukan sejumlah terobosan dalam bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Berbagai kegiatan yang diprogramkan  terlaksana dengan baik karena didukung oleh situasi kota Manado yang aman dan nyaman dalam bingkai Torang Samua Basudara.

Keberhasilan Pemko Manado yaitu, memekarkan wilayah Kecamatan yang sebelumnya 9 menjadi 11 Kecamatan, Manado telah ketambahan dua kecamatan baru, Kecamatan Paal Dua dan Bunaken Kepulauan, berhasil terpilih menjadi ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesaia (APEKSI), dukungan dana operasional bagi kepala lingkungan, yang merupakan honor tertinggi bagi kepala lingkungan di Indonesia, penandatangan MoU Sister City oleh GSVL dengan Lord Mayor Sharon Sullivan di Liverpool, Inggris, peringkat II Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK) secara nasional dengan nilai 7,23, keikutsertaan pemerintah kota Manado dalam program Support to Indonesia’s Islands of Integrity Program for Sulawesi (SIPS) Project, layanan terpadu satu atap, layanan administrasi kependudukan, pengadaan barang dan jasa secara elektonik, pengawasan internal pemerintah kota melalui forum Senin Tuntas Temuan Plus (Sentas T Plus).

Ada juga keberhasilan Kelurahan Karombasan Selatan meraih penghargaan Pakarti Utama 3 tingkat nasional dalam lomba Lingkungan Bersih Sehat (LBS), keberhasilan Kelurahan Kleak meraih juara I lomba Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Utara, dan sinergitas dengan DPRD kota Manado, yang menghasilkan Perda-Perda strategis, di antaranya Perda tentang BPHTB, Perda tentang Pajak, Perda tentang RTRW dan sejumlah Perda lainnya.

Di bidang pembangunan, Pemko melalui visi: ‘Manado Kota Model Ekowisara’ berhasil menjadikan pariwisata sebagai sektor penggerak pembangunan, yang telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan seperti jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat, jumlah usaha pariwisata seperti hotel, restoran, rumah makan, hiburan umum, tour and travel, dan diving center terus meningkat dari 556 pada tahun 2011 menjadi 939 pada tahun 2012, pelaksanaan iven-iven besar seperti ARF Direx, Asean Tourism Forum, Munas APEKSI IV, Pekan Informsi Nasional (PIN), Munas GMKI, Munas Pelti, dan sejumlah iven  bergengsi lainnya yang semakin memantapkan citra Manado sebagai salah satu kota destinasi pelaksanaan MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhebition), berkurangnya kondisi jalan rusak berat dan sedang dari angka 60 % menjadi sekitar 30 %.

Disamping itu, angka pengangguran dari 26744 orang pada tahun 2011 menjadi 23361 orang pada tahun 2012; meningkatnya pemeliharaan rutin jalan dari 60 % menjadi 80 %,  pembangunan/rehabilitasi dan pemeliharaan saluran drainase pada 11 titik, revitalisasi sarana pedestrian, pembangunan air bersih dan sanitasi, pembangunan pesisir pantai Manado dan kepulauan Bunaken;  peningkatan signifikan sektor Koperasi dan UMKM dari 8756 pada tahun 2011 menjadi 14220 pada tahun 2012, mewujudkan Manado sebagai Kota Layak Anak (KLA) di antaranya melalui program pemerintah pusat PPA-PKH (Pengurangan Pekerja Anak-Program Keluarga Harapan), menghadirkan Rumah Pintar yang merupakan kerja sama dengan Tim Penggerak PKK kota Manado.

Dalam bidang kemasyarakatan juga, Pemko melalui misi: ‘Menjadikan Manado Kota Yang Menyenangkan’ berhasil menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam semangat ‘Torang Samua Basudara’ berkat dukungan dan peran serta masyarakat, takoh agama, tokoh masyarakat, BKSAUA, FKUB, TNI dan POLRI, menurunkan jumlah kasus kematian maternal dari 7 kasus pada tahun 2011 menjadi 4 kasus pada tahun 2012, menurunkan kematian anak dari 37 kasus pada tahun 2011 menjadi 14 kasus pada tahun 2012, menurunkan kasus gizi buruk dari 24 kasus pada tahun 2011 menjadi 5 kasus pada tahun 2012, memberikan layanan kesehatan 1 x 24 jam bagi seluruh masyarakat Manado di 15 PUSKESMAS, meraih penghargaan ‘Kota Sehat’ dengan nama Swasti Saba Wiwerda, meningkatkan angka melek huruf dari 116,74 % pada tahun 2011 menjadi 117,74 % pada tahun 2012, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online, pemberian dukungan biaya operasional dan kesejahteraan bagi pimpinan umat beragama, terobosan program inovatif ‘PBL Mapaluse’ bagi 504 lingkungan untuk menghadirkan pembangunan yang adil dan merata, pembangunan Youth Center, dan sejumlah program lainnya yang pro rakyat.

Kota Manado selain memanen sejumlah kemajuan dan keberhasilan serta pengakuan dan penghargaan di bidang pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan, juga masih diperhadapkan dengan sejumlah tantangan dan masalah yang harus diatasi bersama, antara lain banjir sampah, banjir kendaraan dan banjir air. Masalah banjir sampah walaupun telah dilakukan berbagai upaya untuk mengatasinya seperti penyediaan tempat sampah terpilah, pengomposan dan bank sampah, namun masih ada sebagian kecil warga masyarakat yang perlu terus didorong dan diingat-ingatkan, sampah bukan lagi barang yang harus dijauhi dan dimusuhi, tetapi merupakan barang yang memiliki nilai ekonomi, dan berdampak negatif terhadap kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Tantangan lain yang belum begitu mendukung Manado sebagai kota menyenangkan adalah masalah lalu lintas. Kendaraan di Manado baik roda dua dan empat atau lebih berjumlah sekitar 10.000 unit, dengan jumlah pertambahan rata-rata 40 unit/hari untuk roda dua dan 12 unit/hari untuk kendaraan roda empat membuat suasana lalu lintas di kota Manado pada sejumlah jalur kurang menyenangkan.

Selain itu, jalan kurang lebar dan pemilik memarkir kendaraan dan berhenti serta berbalik arah di tempat yang dilarang, faktor lain yang berkontribusi tinggi menyebabkan perlambatan kendaraan bermotor karena orang Manado masih sangat tergantung pada transfortasi pribadi. Bus massal dalam kota masih belum menarik bagi masyarakat.

Untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas, sejumlah upaya terus dilakukan, antara lain pelebaran sejumlah ruas jalan, rekayasa arus lalu lintas dan pembangunan terminal tipe A di Liwas untuk menampung kendaraan dari terminal Paal Dua dan Karombasan. Pembangunan jalan lingkar ‘Kawin dan Mawin’ (Kairagai-Winangun dan Malalayang-Winangun).

Kedua pemimpin Pemerintah Vicky Lumnentut dan Harley Mangindaan itu, terus berbenah untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, menghadirkan pelayanan yang memuaskan bagi semua orang, serta berupaya menghadirkan program-program pembangunan yang terarah, adil dan merata, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Manado.

Sumber: fokusmanado.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s