Banjir Jakarta Prihatin Melebar ke Sulut

Letkol Jeffry H Maramis 
Jakarta – Banjir Jakarta sudah sejak tanggal 17 Januari. Bahkan, hingga kini belum semuanya daerah di DKI Jakarta airnya surut. Lebih parah lagi, banyak rumah, harta benda rusak. Sementara pemerintah DKI Jakarta dan pemerintah pusat telah memberikan bantuan dan perhatiannya.

Melihat hal tersebut, Kawanua Sulut secara khusus merasa iba dengan peristiwa banjir yang melanda Jakarta pada umumnya. Sulit dipercaya, tetapi semuanya sudah terjadi dengan sendirinya. Dengan demikian, Kawanua Sulut pun menilai bahwa ini merupakan Pekerjaan Rumah (PR) bag Sulut.

‘’Dimana, Manado juga sering terjadi banjir. Tetapi, banjir Manado tidak separah Jakarta. Namun demikian, apakah kita tutupi mata hati kita semua? Disini keperpanggilan kita untuk selalu mencintai lingkungan,’’ kata Pdt Letkol Jeffry H Maramis, MTh ketika menghubungi media ini.

Lanjut Maramis, sebagai putera Kawanua dari Minahasa Selatan. Merasa belum terlambat pemerintah menganjurkan supaya warga selalu mencintai lingkungan. Lebih khusus soal jangan sembarang membuang sampah atau menebang pohon.

‘’Kalau Jakarta sendiri, pohon tinggal sedikit. Hutan kota pun terlalu kecil. Begitupula dengan gorong-gorong atau saluran justru tak dipelihara. Rata-rata rusak atau tersumbat. Tak beda dengan Manado atau daerah lain di Sulut. Penataan kota juga semrawut. Dimanakah tanggungjawab dan kebersamaan masyarakat. Apakah nanti sudah terjadi banjir baru kita sadari,’’ tegas lelaki yang bertugas di Mabes TNI.

Menurut suami tercinta dari Novi Polii, SE ini menyebut, rasa kasihan melihat keadaan di Jakarta. Namun demikian, Kawanua di Jakarta pun ada yang terkena musibah. Sementara, warga Kawanua yang tidak terkena musibah datang membantu warga lainnya.

‘’Sekali lagi, berkaca dari peristiwa di Jakarta, maka pemerintah daerah harus melakukan antisipasi. Terutama mencintai lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan serta jangan menebang pohon seenaknya. Kalau perlu, ada sanksi bagi warga yang melakukan pencemaran lingkungan serta menebang pohon tanpa izin,’’ sebut Maramis yang bertahun-tahun bertugas di Makassar dan Bali ini.  (BMC)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s