Komunitas Pers Bitung Desak Polda Ungkap Motiv Pembunuhan Wartawan

http://www.fokusmanadonews.blogspot.com/search/label/Hukrim
Alm. Ryo  Linggotu 

BITUNG – Komunitas pers di Kota Bitung mengecam dan mengutuk otak dan pelaku  tindak penganiayaan sadis yang menghilangkan nyawa wartawan Harian Metro, Ryo  Linggotu, Minggu (25/11) beberapa waktu lalu di jalan Daan Mogot Manado.

Sejumlah asosiasi jurnalis di Bitung selain menyatakan solidarits atas musibah yang menimpa sesama insan pers juga mendesak Polda Sulut agar segera mengusut tuntas otak dan pelaku pembunuhan sadis terhadap wartawan tersebut.

“Ini merupakan tindak penganiayaan yang sadis, karena menurut informasi yang kami terima, korban tewas bersimbah darah dengan 14 tusukan benda tajam di sekujur tubuhnya. Kami sangat prihatin dan meminta agar Polda Sulut segera mengungkap dan menangkap pelakunya, bahkan mungkin juga ada otaknya dibalik pembunuhan itu, ” Rocky Oroh, reporter  MNC Group yang juga personil Alinasi Jurnalis Bitung (AJB).

Rocky juga menduga kuat, penganiayaan yang menewaskan wartawan Harian Metro, Ryo Linggotu ini bukan sekedar tindak kriminal biasa atau salah sasaran, tetapi ada yang mendalanginya atau yang menjadi otak pembunuhan.

“Sangat mungkin ini dilakukan bukan sekedar tindak kriminal biasa, tetapi ada oknum orang berpangkat atau berduit yang menjadi otaknya mengingat korban merupakan seorang wartawan pada koran kriminal yang setiap hari memberitakan tentang kasus-kasus pidana. Karena itu kami meminta pihak kepolisian tidak mengabaikan kemungkinan ada yang mendalanginya,” ungkap Oroh yang juga aktivis peduli masalah perburuhan di Bitung sembari mengajak para insan pers, aktivis LSM dan aktivis buruh di Bitung ikut menyatakan solidaritasnya dengan melakukan aksi unjuk rasa di Polres dan Kejaksaan Bitung.

“Unjuk rasa ini dengan maksud mendesak aparat hukum agar betul-betul mengusut dan mengungkap tuntas pelaku pembuhan sadis terhadap wartawan  ryo linggotu ini,” tandas Oroh.

Tidak tanggung-tanggung, wartawan senior Leonardo Axel Galatang pun memiliki pendapat atau dugaan yang sama. Menurutnya,  ini menjadi tantangan bagi aparat kepolisian untuk mengusut tuntas, terutama motiv dari pembunuhan tersebut.

“Jajaran pers di Sulut harus mencermati ini sebagai tindakan biadab, dan polisi harus usut tuntas otak dibalik itu dan terutama apa motivnya,” tandas Galatang sembari mensiyanylir ada sesuatu misteri yang harus diungkap dibalik tindak penaniayaan sadis dan biadab itu.

Seperti diketahui, korban Aryono Lunggotu  alias Ryo,  wartawan Harian Metro menjadi korban penganiayaan sadis yang menyebabkan dirinya tewas dengan luka 14 tusukan benda tajam. Kejadian ini terjadi di jalan Daan Mogot 4, Tikala Baru, Manado sekitar pukul 05.00 pagi.

Sumber: suarasulut.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s